Posted by : OTAKU
Selasa, 02 April 2013
“Akankah kamu tetap setia mengejar impianmu yang telah melambung begitu tinggi di angkasa?”
“I’m always searching everywhere for your figure. Our meeting platform, the back alley window. Even though I know you won’t be there.”
Takaki
Toono dan Akari Shinohara pertama kali bertemu ketika Akari pindah ke
Sekolah Dasar tempat Takaki bersekolah. Keduanya kemudian menemukan
bahwa ternyata mereka memiliki banyak kesamaan. Hal tersebut membuat
keduanya menjadi teman dekat dan kemudian saling mendukung dan menemani,
kedekatan mereka juga ditandai dengan cara mereka memanggil satu sama
lain dengan nama pemberian, alih-alih nama keluarga yang wajar
digunakan. Seiring waktu berjalan, keduanya membangun ikatan yang sangat
erat dan seolah menjadi lahan yang baik untuk benih-benih cinta yang
mulai bersemi.
Semuanya
berlangsung dengan baik sampai suatu saat Akari harus pindah ke Tochiri
karena tuntutan pekerjaan orang tuanya. Dan hubungan mereka yang
terpaut jarak yang sangat jauh pun dimulai.
“If my wish is granted, I will be by your side. There’s nothing I can do. I will risk everything to embrace you.”
Seperti
yang disampaikan dalam judulnya, film ini terdiri dari 3 chapter film
pendek yang berkaitan. Setiap chapter membagi cerita sesuai tingkatan
usia dan sudut pandang naratif yang berbeda-beda.
Momen bahagia antara Takaki dan Akari
Chapter 1: Oukashou (Extract of the Cherry Blossom)
Menceritakan
Takaki dan Akari ketika mereka di bangku Sekolah Dasar hingga menjelang
kelulusannya dan menggunakan sudut pandang penceritaan dari karakter
Takaki. Setting waktu dan tempat dilibatkan secara intens dalam film
ini. Pada chapter ini kita akan merasakan sakitnya setiap detik yang
berlalu dalam perjalanan panjang Takaki untuk bertemu dengan Akari.![]() |
Takaki dan Kanae hampir setiap hari pulang sekolah menggunakan motor bersama. |
Seorang karakter baru, Kanae Sumida teman sekelas Takaki di Kagoshima, diperkenalkan sebagai sudut pandang baru. Kanae menyukai Takaki, namun sangat sulit baginya untuk mengutarakan perasaannya. Berbeda dengan Akari yang feminin, Kanae agak sedikit tomboi dengan kelebihannya dalam hal olahraga. Kanae adalah seorang surfer, dalam chapter ini diceritakan juga mengenai usahanya untuk mengendarai ombak. Setelah waktu menjadi elemen penting pada chapter 1, di chapter ini kita akan lebih terpukau dengan keindahan alam pedesaan, lautan, dan langit malam yang indah. Seperti pada chapter 1, elemen tersebut tidak hanya menjadi tempelan saja, namun juga merepresentasikan hal-hal tertentu (akan dibahas lebih lanjut pada bagian Metafora dan Simbolisme).
![]() |
Di persimpangan jalan dengan rel kereta api |
Chapter 3: 5 Centimeters per Second
Takaki
kini telah memiliki pekerjaan dan tiap karakter telah menjalani
kehidupannya masing-masing. Chapter terakhir memberikan kesimpulan dan
penyelesaian. Sudut pandang kembali pada karakter Takaki. Segmen ini
merupakan bagian yang sangat penting dan emosional. Ending dari film ini
akan membuat penonton sebagai pribadi yang berbeda-beda untuk
memutuskan, either you love it or hate it. Saya, ada pada pihak yang
menyukainya, sangat menyukainya. Shinkai sensei memberikan alternatif
lain dalam mengeksekusi cerita film yang sebenarnya sudah cukup banyak
diangkat, dan ending film inilah yang membedakan film ini dengan film
lain bertema serupa.“If there is a miracle, I want to show you it right now. The new morning, the new me. Even the word ‘love’ that I couldn’t say to you.”
Sudut
pandang yang berbeda-beda merupakan salah satu hal yang menarik dari
film ini. Hal tersebut membuat kita turut merasakan perasaan yang
berbeda-beda dari tiap karakter dan cara pandang yang berbeda dalam
melihat karakter-karakter lainnya. Seperti ketika di chapter 1 kita akan
larut dalam perasaan Takaki melalui naratif dari sudut pandangnya.
Hingga beralih ke chapter 2, kita melihat Takaki melalui perspektif
Kanae di mana kita dibuat buta akan isi hati Takaki dan cenderung
memberikan simpati pada perasaan Kanae. Naratif yang disampaikan secara
langsung dalam dialog tokoh utama yang terhitung cukup banyak mungkin
akan memberikan kesan monoton untuk kebanyakan orang. Namun melihat
film-film Shinkai sensei terdahulu, nampaknya hal tersebut memang telah
menjadi ciri khasnya. Selebihnya, film ini merupakan film drama yang
amat romantis dan emosional. Endingnya yang menggunakan pendekatan
realis membuat film ini spesial dan bijaksana, very recommended to watch. Selain itu, animasi Makoto Shinkai merupakan animasi yang akan sangat disayangkan jika terlewatkan ;).
5
Centimeters per Second akan memberikan kita visual yang menakjubkan.
Setiap detail kelopak bunga sakura yang berjatuhan, rerumputan, salju,
awan, hingga percikan air yang memantulkan cahaya matahari atau
bintang-bintang di langit yang digambarkan dengan indah dan dibalut oleh
warna-warna cerah yang menyilaukan khas Makoto Shinkai.
Setiap
background setting film, terutama langit yang menjadi elemen penting
dalam penceritaannya, terlihat seperti lukisan realis namun poetis. Ya,
hampir semua elemen, background, atau setting film anime ini diberi treatment khusus karena memang semua itu terlibat secara langsung dalam penceritaannya dan bahkan memegang peranan yang penting.
Meskipun
di sepanjang film kita akan dimanjakan oleh visual yang mengagumkan, di
lain pihak, Shinkai sensei tidak mengimbanginya dengan kehalusan
animasi dari pergerakan karakter-karakternya. Animasi tokoh-tokohnya
masih terlihat agak kaku, meskipun di beberapa bagian penting dan
dramatis – seperti pada adegan pembuka chapter 2 – angin yang berhembus
kencang dan dramatisasinya menuntut animasi karakter yang lebih detail.“Summer memories are spinning around me. Heartbeats that have suddenly stopped.”
5 Centimeters
per Second menggali begitu dalam akan realita cinta yang sering tidak
ramah dengan kondisi yang dialami sang pencinta. Cinta merupakan hal
yang sangat sulit dilepaskan, apalagi jika cinta itu telah diperjuangkan
dan melekat dalam waktu yang lama. Takaki telah melekatkan cintanya
pada Akari dan terus melihat ke suatu tempat yang jauh di mana mereka
bisa bersama kembali, dan hal tersebut membuatnya buta akan banyak
cinta-cinta baru yang berkembang di sekitarnya. Kegelisahan Takaki yang
ditunjukkan di chapter terakhir film ini menunjukkan kesadaran Takaki
akan impiannya untuk bersama Akari yang perlahan menjadi bentuk
kesombongannya untuk melawan realita. “Desperately, they just want to
reach the dark sky with their hands, launching a giant mass like that”,
ungkap Kanae ketika melihat roket meluncur ke angkasa. Sedikit demi
sedikit Takaki melihat langit indah di mimpinya menjadi sebuah ‘dark
sky’ seperti yang diungkapkan Kanae. Pada akhirnya Takaki diberi
kesempatan untuk memastikan keputusannya (dijelaskan pada bagian
Interpretasi Ending) untuk melanjutkan kehidupannya meraih mimpi-mimpi
cerah yang tertutup yang telah lama menantinya.
Mimpi dan
realita sering terasa seperti langit dan bumi. Sesuatu yang jauh dan
terpisahkan. Namun jika kita melihat dari sisi yang lain, keduanya
sangatlah erat dan dekat. Keduanya mengisi satu sama lain dan saling
mempertahankan keseimbangan. Ketamakan menyebabkan manusia lalai untuk
bersyukur dan sering memandang realita sebagai sesuatu yang kejam.
Lihatlah keluar pada sisi yang lain, fantasi sesaat hanya akan
tersandung realita. Saat itulah ia akan membantu kita mengenali mimpi.
Janganlah
pernah menyerah mengejar mimpi yang baik, karena realita akan setia
menuntunmu menuju tempat di mana keduanya akan bertemu.
Bagian selanjutnya sangat direkomendasikan untuk dibaca setelah menonton filmnya, SPOILER AHEAD.
Interpretasi Ending
Di
chapter terakhir Takaki telah mempunyai pacar yang diketahui belakangan
tidak dihiraukannya, sedangkan Akari telah bertunangan dan siap untuk
menikah.
Adegan
terakhir diperlihatkan Takaki akhirnya bertemu, atau lebih tepatnya
berpapasan, dengan Akari di persimpangan jalan dan rel kereta api.
Mereka berjalan berseberangan sampai kemudian berpapasan. Dimungkinkan
keduanya menyadari dan mengenali satu sama lain, tapi keduanya tidak
berhenti dan terus berjalan menyeberang. Setelah sampai di seberang
jalan Takaki mencoba menoleh ke belakang, di mana kereta api telah mulai
lewat di antara keduanya. Takaki kemudian bertaruh, apakah Akari akan
menoleh kepadanya atau tidak. Setelah gerbong terakhir lewat, Takaki
menemukan sosok Akari telah menghilang. Setelah itu Takaki tersenyum
kecil dan meneruskan perjalanannya, berlalu di antara kelopak bunga
sakura yang berguguran.
Metafora & Simbolisme
Tidak
seperti kebanyakan film anime yang menjamah wilayah pasar mainstream, 5
Centimeters per Second memiliki filosofi-filosofi yang menarik yang
disampaikan melalui metafora dan simbolisme. Interpretasi dari setiap
simbolisme akan beragam menurut pribadi masing-masing, berikut
interpretasi saya akan beberapa simbolisme.
![]() |
Langit digambar dengan sangat indah dan detail karena unsur tersebut terlibat secara penuh dan mempunyai peran yang penting. |
Langit,
kerap kali diperlihatkan langit luas yang tinggi dan terkadang terdapat
seekor atau dua ekor burung yang terbang ke atas menuju langit. Langit
mengisyaratkan betapa jauhnya jarak Takaki dengan impiannya untuk
bersatu dengan Akari, seperti diperlihatkan di chapter 2, ketika Takaki
sering melihat jauh kea rah langit.
Burung
yang terbang menggambarkan kedatangan dan kepergian. Terkadang burung
tersebut terbang merendah, mengisyaratkan kedatangan Takaki ke suatu
tempat, di waktu lain seekor burung terbang tinggi memperlihatkan
kepergian Takaki. Pada adegan pembuka chapter 2, diperlihatkan 2 ekor
burung terbang berdampingan. Adegan ini dimungkinkan perwujudan impian
Takaki yang bisa bersama Akari untuk kembali bersama.![]() |
Takaki's vision |
Adegan
pembuka chapter 2, Cosmonaut, yang diperlihatkan berulang-ulang
merupakan scene paling indah dan dalam. Adegan tersebut saya
interpretasikan sebagai gambaran impian Takaki untuk bisa bersama dengan
Akari melewati moment yang menyenangkan, kebahagiaan dan keindahan
mimpi Takaki diperlihatkan dengan setting yang begitu indah. Keduanya
berada di suatu tempat yang tidak diketahui menatap langit yang indah,
melihat matahari terbit yang digambarkan secara surreal namun
mengagumkan. Sesaat diperlihatkan bayangan seperti planet bumi, mungkin
hal tersebut menunjukkan kalau mereka berada di planet lain, atau
menunjukkan ketidaknyataan/mimpi melihat kebahagian (ditunjukkan oleh
keindahan langit) yang berada pada jarak beribu meter jauhnya.
![]() |
Takaki dan Kanae menatap roket yang meluncur ke angkasa. |
Roket yang
meluncur tinggi di angkasa ketika Kanae ingin mencegah kepergian Takaki,
melambangkan impian Takaki yang begitu tinggi melambung ke angkasa.
Kanae dalam adegan ini secara langsung memberikan hints akan simbolisme
tersebut, bahwa Takaki tidak pernah melihat Kanae, melainkan melihat ke
suatu tempat yang begitu jauh yaitu Akari.
Rate: 4/5 stars
Related Posts :
- Back to Home »
- Anime , Makoto Shinkai »
- 5 Centimeters per Second: A Chain of Short Stories about Their Distance
